Integritas organisasi menjadi faktor penting dalam hubungan dengan pelanggan, pemerintah, mitra, dan masyarakat. ISO 37001 memberikan kerangka sistem manajemen anti-penyuapan untuk membantu organisasi mencegah, mendeteksi, melaporkan, dan merespons risiko penyuapan secara terstruktur.
Risiko penyuapan dalam kegiatan bisnis
Risiko dapat muncul pada pengadaan, penjualan, perizinan, proyek, sponsorship, hadiah, komisi, agen, donasi, dan hubungan dengan pejabat publik. Setiap organisasi mempunyai profil risiko yang berbeda.
Karena itu, pengendalian harus berbasis risiko. Organisasi tidak perlu menerapkan kontrol yang sama untuk semua transaksi, tetapi harus dapat menjelaskan dasar penentuannya.
Komponen sistem anti-penyuapan
Kebijakan dan komitmen pimpinan
Pimpinan perlu menunjukkan tindakan nyata, menyediakan sumber daya, dan menjaga independensi fungsi kepatuhan.
Risk assessment
Penilaian mempertimbangkan sektor, lokasi, transaksi, nilai, pihak ketiga, dan riwayat kejadian.
Due diligence
Pemeriksaan dilakukan terhadap pihak, proyek, dan transaksi berisiko sebelum keputusan.
Pengendalian
Pengendalian keuangan dan non-keuangan mencakup persetujuan, verifikasi, pemisahan tugas, kontrak, dan dokumentasi.
WBS dan investigasi
Kanal pelaporan harus aman, mudah digunakan, dan diikuti investigasi yang objektif.
Dokumen dan bukti
Siapkan kebijakan, register risiko, due diligence, pengendalian hadiah, konflik kepentingan, pengadaan, donasi, sponsorship, pelaporan, investigasi, pelatihan, audit internal, dan tinjauan manajemen.
Bukti implementasi harus menunjukkan keputusan yang diambil, bukan hanya formulir kosong.
Membangun budaya integritas
Budaya terbentuk ketika aturan berlaku untuk semua pihak. Pimpinan tidak boleh memberikan pengecualian yang melemahkan sistem. Personel harus merasa aman untuk melapor dan yakin laporan ditangani.
Pelatihan perlu menggunakan contoh yang relevan dengan fungsi kerja agar personel dapat mengenali situasi risiko.
Kesalahan umum
Risk assessment terlalu umum, due diligence tanpa analisis, WBS tidak dipercaya, dan tindakan disiplin tidak konsisten adalah kelemahan yang sering ditemukan.
Organisasi juga perlu menghindari klaim bahwa sertifikat menjamin tidak ada penyuapan. Sertifikasi menunjukkan sistem telah dinilai, bukan jaminan absolut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa yang perlu terlibat?
Pimpinan, compliance, legal, finance, procurement, HR, audit internal, dan fungsi operasional.
Apa manfaat ISO 37001?
Membantu memperkuat pengendalian, kepatuhan, kepercayaan, dan kemampuan merespons risiko penyuapan.
Apakah WBS wajib efektif?
Kanal pelaporan harus berfungsi, aman, dan diikuti proses penanganan yang jelas.
Hubungi GIS
GIS menyediakan layanan sertifikasi ISO 37001. Tim GIS dapat memberi informasi mengenai ruang lingkup, persyaratan awal, tahapan audit, surveillance, dan verifikasi sertifikat.
PT Global Inspeksi Sertifikasi (GIS) menyediakan layanan sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan verifikasi sertifikat. Gunakan halaman Kontak atau Jadwal Diskusi untuk menyampaikan kebutuhan perusahaan Anda.
Checklist Due Diligence Pihak Ketiga
Periksa identitas, kepemilikan, reputasi, kompetensi, hubungan dengan pejabat, struktur pembayaran, kebutuhan penggunaan perantara, dan konflik kepentingan. Tingkat pemeriksaan harus mengikuti risiko dan didokumentasikan sebelum keputusan.
Kontrak perlu memuat komitmen anti-penyuapan, hak audit atau penghentian, kewajiban pelaporan, dan konsekuensi pelanggaran bila relevan.
Pengujian Efektivitas
Organisasi dapat melakukan sampling transaksi, simulasi pelaporan, wawancara personel, review hadiah, dan evaluasi investigasi. Hasil pengujian digunakan untuk memperbaiki pengendalian.
Tindakan korektif harus menyelesaikan akar masalah. Mengganti satu personel tanpa memperbaiki kelemahan sistem tidak cukup.
Promosi GIS
GIS menyediakan layanan sertifikasi ISO 37001 dengan proses yang profesional. Calon pelanggan dapat memperoleh informasi awal mengenai ruang lingkup, dokumen, tahapan audit, surveillance, dan cara verifikasi sertifikat melalui kanal resmi GIS.
